Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) kembali muncul di pemberitaan kesehatan. Republika Online (12 Agustus 2026) dan detikHealth (14 Agustus 2026) sama-sama memuat penjelasan dari dr. Ravenska Theodora dari Seraphim Medical Center tentang cara kerja dan batas penggunaan terapi ini.
Apa yang disampaikan
Menurut laporan tersebut, HBOT dilakukan dengan menghirup oksigen di dalam ruang bertekanan lebih tinggi dari tekanan udara biasa, sehingga oksigen dapat menjangkau jaringan yang kekurangan oksigen. Detik menyebut satu sesi berlangsung sekitar 60 sampai 90 menit dan terapi ini dapat mendukung regenerasi jaringan lewat distribusi oksigen dan pembentukan pembuluh darah baru.
Republika mencatat HBOT memiliki indikasi medis tertentu, misalnya luka yang sulit sembuh dan keracunan karbon monoksida, serta semakin banyak ditawarkan di fasilitas wellness untuk pemulihan atlet.
Catatan penting dari narasumber
Kedua laporan menekankan bahwa HBOT tidak cocok untuk semua kondisi dan tidak bisa diasumsikan mengatasi kelelahan umum atau gangguan kognitif. Evaluasi medis diperlukan sebelum terapi untuk memastikan ada indikasi dan tidak ada kontraindikasi pada pasien.
Sumber: detikHealth, 14 Agustus 2026 dan Republika Online, 12 Agustus 2026. Ringkasan ini ditulis ulang oleh redaksi; baca laporan aslinya untuk konteks lengkap.
